Penyusutan mendadak berat badannya itu juga menyebabkan tiada lagi
keceriaan pada wajah Khairul Helmi yang kini terpaksa menumpang kasih
adik perempuannya di Kampung Tok Panjang, dekat sini sejak dua tahun.
lalu.

Menurutnya, sejak dua tahun lalu dia menghidap penyakit itu, selera makannya mulai berkurangan dan berat badannya juga menyusut sehingga kurus kering.
Jadi kondisinya benar-benar menyedihkan, dia terlantar di rumah akibat penyakit nya itu dan terpaksa dipapah oleh adiknya, Nurul Athirah, 24.
“Dulu
badan saya pernah mencapai 100 kg jadi saya dikategorikan berbadan
besar tapi sehat dan mampu bekerja sebagai operator kilang dekat Perai.
“Namun seluruhnya berubah pada 2012 saya divonis menghidap diabetes yang kronik menyebabkan berat badan menyusut dan kini hanya mampu terlantar di rumah serta dijaga oleh adik perempuan saya, ” katanya saat ditemui di rumahnya disini hari ini.

Menurutnya, sejak dua tahun lalu dia menghidap penyakit itu, selera makannya mulai berkurangan dan berat badannya juga menyusut sehingga kurus kering.
Jadi kondisinya benar-benar menyedihkan, dia terlantar di rumah akibat penyakit nya itu dan terpaksa dipapah oleh adiknya, Nurul Athirah, 24.
“Namun seluruhnya berubah pada 2012 saya divonis menghidap diabetes yang kronik menyebabkan berat badan menyusut dan kini hanya mampu terlantar di rumah serta dijaga oleh adik perempuan saya, ” katanya saat ditemui di rumahnya disini hari ini.